Header Ads

Panduan Pertolongan Pertama yang Benar Pada Orang yang Digigit Ular

PortalAktual.Info - Orang yang menyukai petualangan di padang gurun, atau buat mereka yang suka berkemah, mendaki, piknik, atau tinggal di daerah pedesaan yang masih dihuni ular, harus menyadari potensi bahaya digigit ular. Di Indonesia, kita bisa menemui ular kapan saja dan dimana saja. Namun jelas yang terbanyak adalah di tempat yang terdapat banyak tumbuhan, semak belukar seperti hutan dan perkebunan. Dan biasanya memang ular hanya menggigit bila merasa terganggu, karena memang sifatnya untuk mempertahankan diri.

Panduan Pertolongan Pertama yang Benar Pada Orang yang Digigit Ular

Kebanyakan orang pastinya sangat wajar akan menjadi panik dan takut jika mengalami kejadian digigit ular. Seseorang yang digigit ular baik berbisa maupun tidak biasanya menunjukkan gejala nyeri dan pembengkakan pada bagian yang tergigit. Selain itu bekas gigitan juga akan terlihat dan warna kulit menjadi ungu. Apabila hal ini tidak segera ditangani dengan cepat dan benar maka bisa saja hal tersebut menyebabkan kematian.

Jangan anggap remeh gigitan ular. Jika ada yang digigit ular lakukanlah hal-hal berikut sebagai pertolongan pertama yang benar :
  1. Usahakan tetap tenang dan jangan panik agar dapat membantu memberikan pertolongan dengan tepat.
  2. Jangan coba untuk menangkap ular tersebut, tetapi cobalah untuk mengingat warna dan bentuknya. Hal itu sangat penting untuk membantu dalam penanganan nantinya.
  3. Baringkan tubuh korban terlebih dahulu. Pastikan posisi bagian tubuh yang tergigit ular lebih rendah dibandingkan bagian tubuh lainnya.
  4. Mintalah korban untuk tidak banyak bergerak agar racun tidak menyebar ke jaringan tubuh lainnya.
  5. Jika korban menggunakan perhiasan, lepaskan terlebih dahulu semua perhiasan yang menempel pada tubuh korban sebelum terjadi pembengkakan. Jika pembengkakan sudah terjadi, perhiasan akan sulit dilepas dan hal itu akan mempengaruhi silkulasi darah.
  6. Bersihkan luka yang terkena gigitan dengan cara menutupinya dengan kain bersih dan kering. Hindari untuk menyiram dengan air supaya tidak membuat luka membususk.
  7. Gunakanlah spalk atau bidai untuk mengurangi pergerakan bisa pada daerah yang terkena gigitan. Usakahan dipasang tetap longgar sehingga tidak membatasi aliran darah.
  8. Jangan mengikat bagian tubuh yang terkena gigitan. Hal tersebut dapat mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah vena.
  9. Gunakan turniket untuk membendung daerah yang terkena gigitan.
  10. Kompres bagian tubuh yang terkena gigitan agar tidak terjadi peradangan. Namun jangan menggunakan es batu untuk mengompres.
  11. Jika ingin memotong luka atau membuang racun ada baiknya tidak dilakukan sendiri, mintalah bantuan medis untuk menangani. Penggunaan alat yang tidak steril dapat menyebabkan infeksi. Pembedahan yang salah juga dapat menyebabkan racun mengalir lebih cepat ke dalam darah. Hal ini tentunya sangat membahayakan korban.
  12. Hindari minum kafein dan alkohol.
  13. Apabila bagian tubuh yang terkena gigitan ular semakin parah, segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Idealnya Anda harus mengenali gigitan ular itu berbisa atau tidak. Ular berbisa biasanya memiliki luka gigitan 2 titik. Dan untuk gigitan jenis ular tak berbisa biasanya terdapat bekas luka gigitan yang bentuknya mirip U dengan jumlah luka gigitan yang banyak. Warna kulit ular berbisa biasanya terang dan mengkilap. Selain ciri-ciri tersebut, biasanya gigitan ular berbisa menimbulkan rasa nyeri yang sangat sakit dan menyebabkan perubahan wakna pada lokasi gigitan beberapa saat setelah terjadi gigitan.

Nah, semoga ulasan diatas bisa menambah wawasan kita, baik itu untuk menolong diri sendiri ataupun orang lain yang kebetulan digigit ular.

No comments